Postingan

And after all this time

Masih pagi banget. Biasanya mata ga bisa nahan ngantuk, dan molor lagi sampe matahari nongol lebih tinggi. Tapi, pagi ini niat mau nggarap si bebeb (re: skripsweet) lagi. Entah deh kapan kelarnya tuh bebeb. Makin enek aje gue ngeliat nye. Oke, sekarang kita main buka-bukaan. Eittss.. jangan mikir macem-macem dulu, maksudnya mau ngeluarin unek-unek. Secara selama 22 tahun ini gue ngerasa masih belum mengenal betul diri gue yang sebenarnya. Tapi satu hal yang bikin gue salut sama diri gue sendiri adalah punya prinsip. Dan tetep dipegang teguh. Mari kita bahas satu persatu. Gue bingung apakah gue ada di circle yang baik atau buruk. Semuanya masih diterka dan masih ngambang. Gue orangnya gak mau negative thinking dulu ke orang lain, makanya susah buat gue nerima kalo orang-orang yang ada dalam circle gue, gue cap buruk. Lah buruknya? Sebagai orang yang kalem, pendiem dan cuek seumur hidup gue, yah ini pertama kalinya gue punya banyak cerita 'aneh' yang seliweran tiap hari. ...

Blue Sky Collapse.

Gambar
Gatau kenapa suka banget sama malam. Keheningannya, ketentramannya, keindahannya. Gatau segimana besar dan segimana dalem menganggap kalo malam itu sahabat sejati. Malam akan selalu hadir disaat yang lainnya terlelap. Konyol sih, tapi ~ I can relate it. Hal lainnya yang menjadi faktor kenapa gue suka malam adalah ketika semua keluarga berkumpul pada malam hari. Melepas peluh, bercanda gurau, lepas dari beban-beban dunia. Orang-orang yang kamu sayangi, yang hanya bisa kamu liat formasi lengkapnya saat matahari terbenam. Malam adalah kebahagiaan sederhana. Dan ketika semua orang terlelap, suasananya dan keindahan langit terasa nyata. Hening, hanya ada bunyi jangkring sesekali. Bahkan bunyi kipas angin yang memenuhi pendengaran dan seisi ruangan. And as an introvert, gue selalu overthinking pas malam hari. Kalo di novel-novel mah, ditemani kopi dan lagu ballad. Perpaduan yang cocok, apalagi kalo hujan. I like coffee so much, tapi engga sering minum kopi. Gue suka rasa kopi, ...

Titik Ini.

Overproud, but it's okay. Bukan lagi gegalauan masalah hati. Udah capek. Urusan itu mah biar waktu yang menjawab. Hari ini, sekarang, detik ini. Hati legaaa banget. Gimana engga lega tinggal beberapa tahap lagi buat bisa pake toga. Sedikit cerita. 2017, entah bulan apa udah disuruh bikin/ pilih judul yang ada di website gizi ums. Udah kekeuh banget pokonya mah skripsi ngambil pangan. Dulu ngambil gizi masyarakat, alhamdulillah lancar tapi ngurus surat-suratan ribetnyaaa.. Makanya kepikiran ngambil pangan, yang disangka bakal lebih simpel lagi. Sepayung-lah sama temen sebelah kamer, uni. Singkat cerita, udah ujian proposal aja. Gue kebagian hari pertama. Minggu depannya, belum liat revisian tak buru pulang ke cirebon karena stress udah tinggi banget. Revisian cuma sekali. Beres. Nah selanjutnya udah harus bikin tepung. Dimulailah dramanya. Udah berkilo-kilo kita abisin ubi ungu buat dijadiin tepung, mungkin nyampe 50 kg-an mah. Bolak-balik konsul, ke Jogja buat beli ubi, ...

Depresi.

Butuh waktu dan proses yang panjang untuk bisa dapet gelar S1. Menurut gue, tugas akhir D3 gue ga ada apa-apa nya dibanding skripsi gue sekarang. Ditambah pkl-pkl yang harusnya engga ada. Ya Allah, ngeluh bentar gapapa ya? Penelitian gue aja udah lewat tiga bulan :( Memang harus sangat-sangat bersabar. Banyak temen-temen yang udah penelitian, malah ada yang udah daftar sidang skripsi. Padahal, gue seminar prososal hari pertama :'( Tapi, gue percaya ko bakal ada hasil yang memuaskan dikemudian hari :) Gue mencoba menikmati prosesnya. Gue mencoba mencintai produk yang gue buat. Gue mencoba menyukai penelitian gue. Gue mencoba bersabar atas semua keputusan dosen pembimbing. Walau hati tidak ~ Hiks.. Mau kapan gue lulus? Gue udah byk mimpi. Atau banyak mimpi yang bisa gue kejer setelah lulus nanti. Termasuk, menghijrahkan diri. Benar-benar hijrah. Dan, mimpi terbesar gue adalah menjadi hafidzah. Gue sangat ingin meninggalkan semua kecin...

Older.

Gambar
In middle of the night. I write this to someone who's turned 23 yesterday. I don't know how to give her special gift, but let me try. Kita ada dititik ini. Aku, kamu dan semua kenangan di dalamnya. Canda, tawa, tangis, dan duka. Dengan lantunan musik sendu, ku tulis semua cerita. Hitam-putih. Putih-abu. Tiga tahun lamanya. Berganti menjadi diri kita sendiri. Sekarang waktu kebersamaan kita sudah hampir usai. Hanya menghitung bulan. Yang kita impikan, ada didepan mata. Toga dan ijazah sarjana. Lalu, setelahnya? Kita bahkan tak pernah tau bakal jadi apa. Aku dan kamu, sama. Empat tahun lalu, dan sampai sekarang. Yang Aku ingat darimu adalah suara melengkingmu, cara jalanmu yang lucu, hobi jalan-jalan dan naik gunungmu, honda vario putihmu, doraemon kesukaanmu, helm kucingmu yang sekarang udah jadi kyt hitam, dan masih banyak hal aneh darimu wkwk Ingat kata-kata ini? Aku selalu menjadi orang yang serius. Tapi, mengobrol denganmu selalu menjadi obrol...

Reminder.

Gambar
Pengalaman memang guru terbaik. Menjadi perantau walau hanya satu setengah tahun, buat gue udah cukup mengajarkan gue banyak hal. Bukan cuma cara bertahan hidup, tapi mengenal karakter banyak orang dengan budaya yang berbeda-beda. Terlebih cara pertemanan yang mereka buat jelas sangat berbeda. Like you're in another world . But honestly I enjoy it, eventho sometimes it makes me being emotional xD it's true btw. Jadi minoritas itu membutuhkan ' skill' untuk bertahan diantara mayoritas. Terlebih gue yang sangat baperan ini, bergaul dengan orang-orang yang emang budayanya keras. Emang dari daerahnya gitu. Gue sebagai orang jawa yang kalem ditambah sifat gue yang sensitif, yah harus banyak bersabar. Being myself   itu penting banget, tapi percayalah banyak hal-hal dari diri lu bakal ilang seiring berjalannya waktu. Yah, ditambah beban kuliah yang sangat menyiksa. Itulah yang gue rasain. Jauh dari orang tua ditambah lingkungan yang asing awalnya bikin stress. Jujur...

All Too Well (2) ~

Gambar
Terkadang melupakan bukan suatu jalan keluar, tapi suatu penyiksaan jenis lain terhadap diri sendiri. All too well. Iya, ini judul lagu. Dalam album 'Red', Taylor Swift. Salah satu lagu favorit gue sepanjang masa. Sebelum dia atau setelah dia hadir, akan tetap sama. Lagu paling bersejarah dalam beberapa tahun terakhir. Iya, karena dia. Adalah alasan terbesar gue ada di titik ini. All too well Lagu yang indah sekaligus lagu menyakitkan buat gue. Bukan karena liriknya, tapi karena semua kenangan di dalamnya. Untuk sampai di titik ini, bukan suatu perkara yang mudah. Sungguh. Namun, semuanya akan tetap sama. Seberapa sakit pun itu. Seberapa perih pun akhirnya. Semuanya masih dan akan tetap sama. Dia. Dan semua hal tentang nya sungguh indah sekaligus menyakitkan, seperti halnya lagu ini Juga seperti halnya rasa ini. Rasa yang entah kapan berakhir. Atau entah kapan berakhir nya sebuah penantian. Yang gue tau, semuanya m...