Postingan

Renungan awal tahun

Gambar
Hidup memang serba salah. Ada banyak pilihan, tapi kita engga pernah tau mana yang terbaik untuk diri kita. Yang aku pahami bahwa apapun keputusan yang kita ambil pasti itu jalan yang Allah beri. Entah lurus atau bertikung, memang itulah cara kerja hidup. Tinggal jalani. Tapi apakah setiap manusia mampu mengahadapi nya? Tentu saja, lambat laun akan terasah dengan sendirinya. Tapi maaf ya Allah, Aku masih belum menemukan jalan terbaik untuk diriku. Bahkan ketika aku mempunyai banyak pilihan dan kesempatan, Aku masih saja bingung memutuskan. Aku terlalu takut untuk memulai hal baru, lebih tepatnya takut tak sesuai apa yang diharapkan. Satu tahun berlalu, hidupku masih jalan ditempat. I'm depressed​. Pekerjaan, hobi maupun cinta. Aku baru sadar sepengecut ini diriku. Membuang banyak waktu berharga, mengacuhkan banyak kesempatan. Hal-hal tersebut justru semakin berseliweran beberapa bulan terakhir, tapi tak kunjung ada hasil. Ketika Aku sudah berjuang semampuku meni...

Dear, myself

Gambar
Suatu hari, diriku yang sekarang sedang berselancar di YouTube randomly. Dan menemukan sebuah video yang mengubah mindsetku sampai ke akar-akarnya. Begini, dalam video tersebuat mba Marissa Anita bilang kalo setiap manusia punya anak dalam dirinya atau yang biasa disebut inner child yang berdampak pada cara dirinya melihat dan berinteraksi dengan dirinya sendiri dan orang lain, maupun pengambilan keputusan dalam hidup. Terlebih bila dia punya trauma masa kecil yang begitu melekat hingga dewasa. Sesaat kemudian, Aku langsung berpikir kenapa diriku yang sekarang susah sekali menerima keadaan dan merasa selalu mementingkan ego sendiri tanpa mengutamakan kepentingan orang lain. Dan tentu saja Aku tau persis jawabannya, yaitu merasa tersetir oleh orang terdekat sejak kecil juga merasa tidak terlalu dipentingkan. Sejak dulu, Aku punya pikiran yang terus berkecamuk dalam otak yang mana terasa sangat berkaitan dengan kehidupanku dimasa sekarang. Krisis kepercayaan diri, susah untuk menci...

langit oktober yang sendu

Gambar
Langit pagi bulan oktober menyapa dengan muramnya Matahari kesusahan keluar dari lautan awan Sendu sekali pagi ini, juga ketika kilatan kenangan datang tiba-tiba diwaktu yang sama Mengingatkanku bahwa pernah ada seseorang yang singgah dalam waktu yang cukup lama dihidupku Yang pernah menjadi pusat semestaku. (kutipan dari fiersa besari) Yang pernah membawaku pergi jauh ke dalam dunia antah berantah bernama cinta. Yang pernah ku titipkan sejuta harap namun tak kunjung jua Pagi ini, ingin ku sampaikan kepada dunia Bahwa hari-hariku yang pernah dipenuhi olehnya telah sirna Sabarku menanti hari ini, hari dimana Aku bisa benar-benar merelakan Meski waktu cukup lama menjawabnya Kata-kata bodoh terngiang diotakku Tapi Aku sadar bahwa semua manusia pasti pernah bodoh untuk seseorang yang ia perjuangkan Terhayut dalam lautan cinta yang nyatanya diam-diam menenggelamkan Sekarang, Aku mulai memahami bahwa kehadirannya bukan hanya sebuah harapan kosong Tapi juga pembelajaran ...

Stress tak berujung

Pernah gak sih ngerasa kehampaan yang teramat sangat dalam hidup lu? Setiap yang lu lakuin tuh kaya bukan apa yang lu mau gitu. Kaya ada beban yang harus lu puasin tapi jiwa lu memberontak tak bersuara. Kaya apa yang lu mau selalu bersebrangan dengan apa yang lu harus lakuin. Selalu ada tanda tanya besar dalam hidup lu. Mungkin keniscayaan dari kepemilikan diri sendiri. Apa langkah yang mau lu ambil tersetir otomatis, tujuan hidup lu jadi ada yang merubah. Sedangkan lu yang udah nambatin tujuan itu sedari awal cuma bisa pasrah ketika ada orang lain yang ngotak-ngatik tujuan lu. Dan apakah lu harus mengikuti naluri atau menuruti kemauan orang lain? Tanpa diri lu sendiri bisa mengerti apa yang terbaik. Lu bisa engga ngecewain orang yang berjasa buat hidup lu kalo lu mau mentingin ego lu sendiri dengan mengikuti naluri lu? Please, jangan tanya gue. Gue pun gatau jawabannya. Tapi kalo lu turutin apa yang mereka mau, yang ada lu tidak akan baik-baik aja sama keadaan. Apa yang ba...

Berdamai dengan keadaan.

Gambar
Sering kepikiran, ko hidup gue gini bgt ya? Apa-apa salah, apa-apa bingung mau ngapain. Ngeliat temen dapet kerjaan enak, nikah muda, terus punya anak langsung down. Galau berkepanjangan. Di PHP-in orang langsung pengen pergi sejauh-jauhnya. Gagal interview kerja, langsung frustasi. Hoi, wake up! (Ngomong sama diri sendiri) Lu tuh pasti punya sesuatu yang beda. Lu tuh pasti punya jalan lu sendiri. Lu tuh masih bisa nemu kesempatan lain. Dan lu tuh pasti nemu jawabannya kelak. Kudu sekeras apa sih diri ini ditampar sama keadaan, sama pilihan hidup. Dan sama usaha-usaha yang udah dilakuin dulu. Ga ada yang namanya sia-sia. Kemaren sama hari ini toh bakal jadi pembelajaran hidup kelak. Yang ada cuma butuh percaya dan tetap usaha! Setiap orang punya takdirnya masing-masing, gak mudah ditiru-tiru. Yang penting untuk sekarang adalah tetap pada jalur yang seharusnya. Berdoa sama yang diatas, untuk tetap diluruskan niat dan jalannya. Tetap kuat dan tahan banting dalam sega...

Berakhirnya kisah semu.

Gambar
Dua bulan lalu, hatiku masih beku. Seakan terlalu lama dibiarkan di udara terbuka kala datangnya salju. Tak bisa bergerak bahkan satu inci pun. Dibiarkan seperti itu untuk waktu yang lama. Dingin. Menyakitkan. Sama seperti ketika Aku terjebak dalam dunianya. Dia yang membuatku yakin untuk berharap pada apa yang membuatku bahagia. Yang mampu membuatku ingin berlama-lama terlelap saat memimpikan nya. Yang membuatku ingin memiliki nya dengan segala cara. Yang membuatku mampu berjuang untuk diriku dan dirinya. Sesulit apapun jalannya. Namun, kenyataannya Dia hanya angan-angan yang sulit ku gapai. Harapan yang tetap menjadi harapan. Sosok yang sulit menerima keberadaan ku. Dan tentu saja, yang tidak bisa ku miliki. Aku terpuruk. Mencoba mematikan hati yang terlanjur patah. Bertanya-tanya, apakah Aku pantas menerima semuanya? Atau sebaliknya, apakah dia pantas menerima semua yang telah ku perjuangkan? Atau memang, kami yang tidak pantas mendapatkan apa-apa. Seiring b...

Curhat siang bolong~

Selang beberapa hari dari postingan terakhir, akhirnya terpikirkan buat nulis ini. Mungkin buat orang-orang yang deket sama gue udah ngerti. Tapi mungkin yang belum kenal gue bakal nganggep gue sebelah mata, entah itu kaya gimana. Masalah kenapa gue paling males kalo jalan-jalan sama temen terus ada pihak yang bikin ga nyaman. Ya siapa lagi kalo bukan cowo. Bukannya gue ga suka cowo, naudzubillah deh. Tapi, sejujurnya dari kecil jarang terpapar pertemanan dengan cowo. Iya, gue kuper parah. Selain udah dari remaja masuk dunia kesehatan, pergaulan gue sangat terbatas. Circle pertemanan gue ya stuck disitu-situ aja. Sampe gue agak asing kalo tiba-tiba ada yang nimbrung. Tapi sejujurnya, gue mulai membuka diri sama semua temen cewe sejak bangku sekolah menengah atas. Tapi, untuk temen cowo masih jadi kendala utama dalam pergaulan gue dari remaja. Ah, mungkin kalo sekarang beda lagi ceritanya. Gue orang yang baperan parah dan gampang jatuh cinta saat itu. Saking minimnya pengalaman b...