Postingan

Hilang

Oleh Nawang Nidlo Titisari Dituntut Tuntas Kata-kata adalah 'berdiri sendiri' yang dirangkai tegas. Membutuhkan jarak, tanda baca, dan harus jelas. Sedangkan kita, dua nyawa yang awalnya lugas, dipaksa harus tuntas. Semudah itu dulu kamu bilang aku satu-satunya. Semudah itu kemudian kamu meninggalkan tanpa beban di kepala. Selamanya aku akan ingat ini semua. Bahwa terkadang, yang memulai justru yang lebih dulu ingin selesai. Aku Perempuan Biasa Aku perempuan biasa. Perempuan yang perasa. Punya mata, hati, dan telinga. Mengerti bahwa ada sesuatu yang salah, tapi entah apa. Indraku lengkap dan berfungsi, otak saja yang barangkali kehilangan akalnya. Dua Anak Kecil Barangkali kita adalah dua anak kecil yang selalu penasaran dan ingin tahu. Yang memaksakan diri untuk menyatu. Bedanya, dulu kita ingin tahu bagaimana memenuhi ruang-ruang hati yang akan kita tempati. Kini kita ingin tahu bagaimana rasanya melepaskan pelukan dan kembali berjalan sendiri-sendiri. Nada yang T...

Lekas lah pulih

Gambar
Malam semakin larut Tapi pikiranku membeku bersamaan dengan perasaan sakit ini Yang ku rasa hanya perih Dan tak bisa ku tahan lagi Ku kira Aku obat bagimu Antibiotik yang bisa menekan rasa sakitmu Ternyata aku hanya Paracetamol yang bisa kau ganti dosis nya semaumu Tapi hanya ibuprofen yang bisa menyembuhkan mu Ku tumpahkan semua rasa kesal dalam dada Mengingat mu membuatku sesak Untuk bernapas barang sebentar saja Aku kehabisan cara Aku jatuh, sejatuh-jatuhnya Kau tampar Aku dengan kerasnya Lalu membisikkan kata maaf setelahnya Dan dengan bodohnya, Aku hanya pasrah Terbuai rasa sayang yang masih tersisa Puing-puing kebahagiaan yang sudah ku tata belakangan ini Kau hancurkan lagi Berpikir jernih pun aku butuh waktu Apalagi membangun kembali kebahagiaanku yang telah runtuh Rembulan begitu kejamnya malam ini Mencabik perasaan bahagiaku hingga tak bersisa lagi Ku timbun haru ku seorang diri Yang kelak kan ku bawa jauh pergi Sesingkat ini kah waktuku untukmu...

Untuk hati yang pernah singgah

Gambar
Maaf. Karena Aku mengijinkanmu masuk ke dalam hidupku Membiarkanmu terinjak-injak oleh kasta dan ketidakadilan Terhanyut dalam derasnya perselisihan Aku patah dan hilang arah Lalu kau kuatkan Walau tanpa ku sadari kau bahkan lebih sakit Dengan kedewasaan mu, kau hiraukan sakitmu Ku bilang, Aku tak kuat lagi Kau menyalahkan dirimu atas diriku Bukan salahmu, jiwaku hanya tak sekuat jiwamu Hadirnya dirimu bukan membawa luka Tapi anugerah bagiku Kau membuka mata dan pikiranku Bahwa bumi yang ku pijak sekarang tidak sesempit yang ku pikirkan Banyak hal terjadi dengan buruknya Tapi tetap dijalani dengan rela hati Hatiku terenyuh dengan berbagai macam pilu Yang orang lain rasakan Tanpa ku sadari keberadaannya Kau membawa masuk jiwaku dalam duniamu Aku menjelma bagai kapas putih diatas secarik kertas penuh tinta Duniamu dan duniaku sungguh jauh berbeda Terimakasih telah mengenalkanku kerasnya hidup Terimakasih selalu disampingku saat ku terpuruk Terimakasih telah...

It's Okay

Gambar
Lagi, Harus kecewa dengan keadaan Merasakan lagi hangatnya air yang keluar dari pelupuk mata Mendengar lagi remuknya hati yang sudah tertata rapih Mengulangi lagi hari-hari berat dimana hanya ada satu nama yang tertanam didalam dada  Pertemuan kami memang bukan hanya kebetulan Allah mempertemukan kami bukannya tanpa sebab Saat ini hati kami sedang diluluhlantahkan oleh takdir Sunyinya malam semakin membuat kegaduhan dihati kami Sekelebat kenangan menyapu kepingan-kepingan hati kami Singkatnya hubungan kami tak mampu mengukur dalamnya perasaan ini Dalam hati kecil kami menginginkan sebuah titik kebahagian Tanpa harus merelakan apa yang kami miliki Cinta, Rasa yang mulai tumbuh dalam hati kami Yang harus kami hapus kembali dalam sekejap Sebisa mungkin Hari-hari kami sempat dipenuhi kegundahan Harapan kami masing-masing hanya sebuah ilusi Tak bisa terwujud Kami mencoba mencerna semua yang sedang terjadi Sepetik bunga dalam dada kami mulai bergug...

Renungan awal tahun

Gambar
Hidup memang serba salah. Ada banyak pilihan, tapi kita engga pernah tau mana yang terbaik untuk diri kita. Yang aku pahami bahwa apapun keputusan yang kita ambil pasti itu jalan yang Allah beri. Entah lurus atau bertikung, memang itulah cara kerja hidup. Tinggal jalani. Tapi apakah setiap manusia mampu mengahadapi nya? Tentu saja, lambat laun akan terasah dengan sendirinya. Tapi maaf ya Allah, Aku masih belum menemukan jalan terbaik untuk diriku. Bahkan ketika aku mempunyai banyak pilihan dan kesempatan, Aku masih saja bingung memutuskan. Aku terlalu takut untuk memulai hal baru, lebih tepatnya takut tak sesuai apa yang diharapkan. Satu tahun berlalu, hidupku masih jalan ditempat. I'm depressed​. Pekerjaan, hobi maupun cinta. Aku baru sadar sepengecut ini diriku. Membuang banyak waktu berharga, mengacuhkan banyak kesempatan. Hal-hal tersebut justru semakin berseliweran beberapa bulan terakhir, tapi tak kunjung ada hasil. Ketika Aku sudah berjuang semampuku meni...

Dear, myself

Gambar
Suatu hari, diriku yang sekarang sedang berselancar di YouTube randomly. Dan menemukan sebuah video yang mengubah mindsetku sampai ke akar-akarnya. Begini, dalam video tersebuat mba Marissa Anita bilang kalo setiap manusia punya anak dalam dirinya atau yang biasa disebut inner child yang berdampak pada cara dirinya melihat dan berinteraksi dengan dirinya sendiri dan orang lain, maupun pengambilan keputusan dalam hidup. Terlebih bila dia punya trauma masa kecil yang begitu melekat hingga dewasa. Sesaat kemudian, Aku langsung berpikir kenapa diriku yang sekarang susah sekali menerima keadaan dan merasa selalu mementingkan ego sendiri tanpa mengutamakan kepentingan orang lain. Dan tentu saja Aku tau persis jawabannya, yaitu merasa tersetir oleh orang terdekat sejak kecil juga merasa tidak terlalu dipentingkan. Sejak dulu, Aku punya pikiran yang terus berkecamuk dalam otak yang mana terasa sangat berkaitan dengan kehidupanku dimasa sekarang. Krisis kepercayaan diri, susah untuk menci...

langit oktober yang sendu

Gambar
Langit pagi bulan oktober menyapa dengan muramnya Matahari kesusahan keluar dari lautan awan Sendu sekali pagi ini, juga ketika kilatan kenangan datang tiba-tiba diwaktu yang sama Mengingatkanku bahwa pernah ada seseorang yang singgah dalam waktu yang cukup lama dihidupku Yang pernah menjadi pusat semestaku. (kutipan dari fiersa besari) Yang pernah membawaku pergi jauh ke dalam dunia antah berantah bernama cinta. Yang pernah ku titipkan sejuta harap namun tak kunjung jua Pagi ini, ingin ku sampaikan kepada dunia Bahwa hari-hariku yang pernah dipenuhi olehnya telah sirna Sabarku menanti hari ini, hari dimana Aku bisa benar-benar merelakan Meski waktu cukup lama menjawabnya Kata-kata bodoh terngiang diotakku Tapi Aku sadar bahwa semua manusia pasti pernah bodoh untuk seseorang yang ia perjuangkan Terhayut dalam lautan cinta yang nyatanya diam-diam menenggelamkan Sekarang, Aku mulai memahami bahwa kehadirannya bukan hanya sebuah harapan kosong Tapi juga pembelajaran ...