Postingan

Another Hole

Aku mencari sebuah harapan dari jenuhnya hidup. Memang sudah waktunya sesegera mungkin untuk menemukan pasangan hidup.  Dimulai dengan keisengan, namun niat untuk beranjak ke fase baru pun sudah coba ku mantapkan. Kemudian Dia datang dihidupku dengan lembutnya, menciptakan berbagai rasa yang tak pernah ku alami sebelumnya. Yaitu merasa dicintai dan diinginkan. Bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan doa kecilku ini. Rasanya ingin ku hentikan waktu saat itu, tapi sadar kalau kami belum terikat satu sama lain. Saat Aku meminta sebuah keseriusan, dia menjanjikan semuanya. Namun tak lama dari itu, bagai petir disiang bolong yang dengan sadarnya Aku tau sesuatu buruk akan datang. Dia pergi, tanpa pamit. Tidak ada penjelasan kenapa dia ingin pergi.  Aku tak tau apa yang dipikirkannya, dengan mengabaikan semua yang telah ia janjikan dan membuang Aku begitu saja. Aku tidak tau dia tipe pria seperti apa, Aku terus berpikiran positif tentangnya. Karena Aku terlalu takut kehilangannya. Mung...

Always Coming Back

Gambar
Postingan ini gue dedikasikan untuk salah satu penyemangat gue sejak awal tahun lalu, yap One Ok Rock (OOR). Bakal banyak sanjungan gue buat mereka kali ini. Oke, kenapa gue suka mereka? Gimana gue bisa kenal band yang kayanya ga masuk selera gue? Sebelum cerita panjang lebar, gue mau ngomongin profil masing-masing membernya dulu.  Si Vokalis, Takahiro Moriuchi. Gue ga abis pikir sih bakal sebucin itu sama ini orang. Taka ini masuk salah satu penyanyi yang berpengaruh di musik rock, menurut majalah luar Jepang. Vokal nya gausah diraguin lagi, dia bisa nyanyi genre apapun. Range vokalnya termasuk high, kata dia tiap dia ngomong juga nadanya selalu di atas ga bisa rendah. Emang bawaan lahir. Orangtua Taka adalah penyanyi yang naik daun juga pada masanya. Babehnya Shinichi Mori, emaknya Masako Mori. Dan waktu Taka lahir ini udah kaya anak bangsawan, pernah liat berita kate middleton waktu baru keluar dari tempat persalinan? Nah, iya begitu. Banyak awak media yg motret, dan Taka digend...

Thank You One Ok Rock

Ah, lama rasanya engga mampir ke sini. Hampir satu tahun. Pernah ga sih lo merasa hidup lo terselamatkan oleh public figure? Dalam hal apapun. Ah walau hanya sebagai perantara. Ya, gue tau yang nolong kita mah bukan mereka tapi Tuhan. Mungkin ada yang pernah, mungkin ada yang mikir lebay bgt sih sampe segitunya. Bodo amat sih pandangan orang kan beda-beda. Tapi beneran deh, rasanya ketika lo ngedown terus mulai suka sama sesuatu atau apapun dan ngerasa nyaman tuh bisa sampe selebay itu. Contohnya, dulu waktu masih gue ngerasa jenuh sama hidup yang gitu-gitu aja terus gue mulai nyari hal-hal baru dalam hidup gue. Gue belajar ngegambar dan ngelukis, sampe tiap hari ditarget seenggaknya harus ngelakuin itu. Karena kita nyaman dan bisa sampe segitunya. Nah sekarang ke manusia. Ketika lo ngedown sama kehidupan, terus mulai menyukai sesuatu ntah orang atau suatu hal pasti bakal ngasih prioritas lebih karena itu buat lo nyaman. Pernah denger One Ok Rock? Ah, yang ga pernah denger pasti karena...

Be the Light

Gambar
Some days just pass by and Some days are unforgettable We can’t choose the reason why But we can choose what to do from the day after So with that hope, with that determination Let’s make tomorrow a brighter and better day Setiap orang punya masa lalu yang buruk, pasti. Entah dari diri sendiri atau emang faktor-faktor eksternal. Ketika kita mencoba menjalani hari-hari berat itu, tanpa kita sadari kita pun belajar untuk bertahan. Bertahan dari rasa sakit, kemudian evaluasi bagaimana caranya bisa bangkit kembali. Sakit itu bukan hanya membawa luka, tapi juga pembelajaran hidup. Kita akan mengerti setelah kita sudah meninggalkan masa-masa kelam itu, ketika semuanya sudah baik-baik saja. Suatu saat kita akan tau bahwa hebatnya kita dimasa lalu yang tertatih-tatih bangkit. Bahwa sejak saat itu kita akan lebih menghargai diri sendiri. Otak yang lebih matang untuk berpikir dan raga yang lebih siap untuk melangkah jauh. Pada akhirnya, kita pasti bisa melewati itu semua. Bersabar dan terus beru...

Hilang

Oleh Nawang Nidlo Titisari Dituntut Tuntas Kata-kata adalah 'berdiri sendiri' yang dirangkai tegas. Membutuhkan jarak, tanda baca, dan harus jelas. Sedangkan kita, dua nyawa yang awalnya lugas, dipaksa harus tuntas. Semudah itu dulu kamu bilang aku satu-satunya. Semudah itu kemudian kamu meninggalkan tanpa beban di kepala. Selamanya aku akan ingat ini semua. Bahwa terkadang, yang memulai justru yang lebih dulu ingin selesai. Aku Perempuan Biasa Aku perempuan biasa. Perempuan yang perasa. Punya mata, hati, dan telinga. Mengerti bahwa ada sesuatu yang salah, tapi entah apa. Indraku lengkap dan berfungsi, otak saja yang barangkali kehilangan akalnya. Dua Anak Kecil Barangkali kita adalah dua anak kecil yang selalu penasaran dan ingin tahu. Yang memaksakan diri untuk menyatu. Bedanya, dulu kita ingin tahu bagaimana memenuhi ruang-ruang hati yang akan kita tempati. Kini kita ingin tahu bagaimana rasanya melepaskan pelukan dan kembali berjalan sendiri-sendiri. Nada yang T...

Lekas lah pulih

Gambar
Malam semakin larut Tapi pikiranku membeku bersamaan dengan perasaan sakit ini Yang ku rasa hanya perih Dan tak bisa ku tahan lagi Ku kira Aku obat bagimu Antibiotik yang bisa menekan rasa sakitmu Ternyata aku hanya Paracetamol yang bisa kau ganti dosis nya semaumu Tapi hanya ibuprofen yang bisa menyembuhkan mu Ku tumpahkan semua rasa kesal dalam dada Mengingat mu membuatku sesak Untuk bernapas barang sebentar saja Aku kehabisan cara Aku jatuh, sejatuh-jatuhnya Kau tampar Aku dengan kerasnya Lalu membisikkan kata maaf setelahnya Dan dengan bodohnya, Aku hanya pasrah Terbuai rasa sayang yang masih tersisa Puing-puing kebahagiaan yang sudah ku tata belakangan ini Kau hancurkan lagi Berpikir jernih pun aku butuh waktu Apalagi membangun kembali kebahagiaanku yang telah runtuh Rembulan begitu kejamnya malam ini Mencabik perasaan bahagiaku hingga tak bersisa lagi Ku timbun haru ku seorang diri Yang kelak kan ku bawa jauh pergi Sesingkat ini kah waktuku untukmu...

Untuk hati yang pernah singgah

Gambar
Maaf. Karena Aku mengijinkanmu masuk ke dalam hidupku Membiarkanmu terinjak-injak oleh kasta dan ketidakadilan Terhanyut dalam derasnya perselisihan Aku patah dan hilang arah Lalu kau kuatkan Walau tanpa ku sadari kau bahkan lebih sakit Dengan kedewasaan mu, kau hiraukan sakitmu Ku bilang, Aku tak kuat lagi Kau menyalahkan dirimu atas diriku Bukan salahmu, jiwaku hanya tak sekuat jiwamu Hadirnya dirimu bukan membawa luka Tapi anugerah bagiku Kau membuka mata dan pikiranku Bahwa bumi yang ku pijak sekarang tidak sesempit yang ku pikirkan Banyak hal terjadi dengan buruknya Tapi tetap dijalani dengan rela hati Hatiku terenyuh dengan berbagai macam pilu Yang orang lain rasakan Tanpa ku sadari keberadaannya Kau membawa masuk jiwaku dalam duniamu Aku menjelma bagai kapas putih diatas secarik kertas penuh tinta Duniamu dan duniaku sungguh jauh berbeda Terimakasih telah mengenalkanku kerasnya hidup Terimakasih selalu disampingku saat ku terpuruk Terimakasih telah...